“FULL DAY SCHOOL OR BORING SCHOOL”
Apa sih kak fullday school ituuu??. Oke diartikel saya kali ini
akan membahas tentang full day school. Full day school secara umum adalah
proses belajar mengajar di sekolah selama sehari penuh. Sistem full day school ini masih bisa
dikatakan baru seumur jagung di Indonesia, karena kemendikbud baru menggagas
adanya full day school baru tahun 2016 kemarin. Itupun tidak semua sekolah
menerapkannya karena masih harus dimatangkan oleh pemerintah, masih satu dua
sekolah yang menerapkan full day school terutama bagi sekolah pada kawasaan
perkotaan.
Oke, kita kita
masuk ke pertanyaan apakah full day school cocok diterapkan di Indonesia?.
Apakah kalian mengenal peribahasa “ Gelas yang kosong jika diiisi
terus-menerus, akan penuh dan terbuang sia-sia”, mungkin peribahasa
tersebut sangat mewakili full day school. Begitu juga anak jika seharian penuh
anak hanya belajar maka anak akan cepat
bosan dan tidak menutup kemungkinan anak akan jadi akan malas pergi ke sekolah.
For your information, apakah kalian tau negara Finlandia?, negara Finlandia
adalah negara yang memiliki sistem pendidikan nomer wahid di dunia, kok bisa
yah?. Di Finlandia sekolah hanya butuh LIMA JAM, TANPA PR, TANPA UJIAN NASIONAL,
dan setiap satu jam nya murid memiliki waktu lima belas menit untuk istirahat
dan 45 menit untuk fokus belajar. Dan ini sangat terbukti lebih menghasilkan
keproduktifitasan lebih daripada anak yang hanya belajar tanpa istirahat.
Jadi apa full day
school itu sistemnya jelek kak?. Eits BELUM TENTU, Bapak Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Bapak Muhadjir Effendy ini mengusulkan full day school bukan karena
tanpa alasan loh ya. Apakah kalian tahu banyak diluar negeri sana negara-negara
yang berhasil menggunakan sistem full day school, salah satunya negara tetangga
kita yaitu Singapura, di Singapura anak SD bersekolah mulai pukul 07.30 hingga
13.00, sementara anak SMP dan SMA mereka masuk pukul 07.30 hingga pulang pukul
16.00 bahkan mereka akan pulang hingga pukul 18.00 jika ada kegiatan
ekstrakulikuler. Dan masih ada beberapa negara di Asia yang juga berhasil
dengan sistem full day school ini, ada Korea Selatan, dan Jepang. Bahkan di
negara Jepang malah lebih keras dari Singapura, Anak SD saja berangkat pukul
06.30 dan pulang pukul 15.00, sementara anak SMP dari jam 06.30 pulang pada
pukul 17.00, dan untuk SMA ini ekstra sekali berangkat jam 06.30 sampai pulang
jam 22.00 karena adanya kelas tambahan, luar biasakan kan lebih dari panjang
dari Indonesia kan, mungkin menurut sudut pandang kita sangat memberatkan
siswa, tapi menurut pemerintah dan masyarakat disana sistem ini sistem yang
cocok dengan negaranya.
Di Indonesia tidak
sememberatkan itu, kita ulas sedikit full day school di Indonesia, ternyata
full day school di Indonesia berbeda dengan di kebanyakan negara luar jadi di
Indonesia masuk sekolah jam 07.00 pulang
jam 05.00, tidak murni hanya belajar saja jadi jam pulang jam lima itu suda
terdapat ekstrakurikuler dan penanaman pendidikan karakter pada siswa. Terutama
bagi siswa SD dan SMP Bapak Jokowi menginginkan siswa mendapat 80 persen
pendidikan karakter dan pengetahuan umum sebanyak 20 persen (dikutip dari
kompas.com). jadi siwa SD dan SMP lebih banyak ditanamkan berkarakter, karena
kita tahu bahwa negeri ini tidak kekurangan orang pintar hanya kekurangan orang
yang jujur. Seperti slogan Pak Jokowi “BERANI JUJUR HEBAT”.
Kelebihan sistem
inipun beragam, orangtua tidak cemas lagi anaknya kelayapan kemana-mana karena
full day school ini jam pulang disesuaikan oleh jam pulang kantor. Di sisi lain
anak juga mendapatkan pelajaran pendidikan karakter yang sangat diperlukan
ketika sudah terjun di masyarakat nantinya, karena sistem ini juga sinkron
dengan kurikulum 2013 dan tidak hanya terpaku oleh nilai diatas kertas saja
tetapi lebih menekankan etika dan sopan santun memang usahanya harus lebih
keras dari kebiasaan. Tapi sistem full day school masih dimatangkan dan masih
dalam proses pengkajian ulang dan hanya beberapa provinsi saja yang sudah
menerapkan, terutama yang siap dan sudah beberapa sekolah yang sudah menggunakan
full day school terdapat 500 sekolah yang tersebar di wilayah-wilayah
Indonesia. Kelebihanya lagi dari sistem ini juga anak sepulang sekolah terbebas
dari tugas dan liburnya sabtu dan juga minggu.
Tetapi full day
school bukan tanpa resiko, inilah sebabnya hanya sekolah tertentu yang baru
menerapkan sistem ini. Karena jika sekolah menerapkan full day school maka
sekolah harus siap fasilitas yang memadai karena siswanya disekolah sampai sore, pihak sekolah juga
harus memerhatikan asupan gizi para siswanya. Jika seharian penuh siswa makan
makanan yang kurang sehat juga akan berdampak pada kemampuan belajar siswa, dan
dampak yang sangat terasa adalah full day school mempersempit interaksi antar
oarangtua dan anak. Karena kondisi saat pulang anak dan orang tua sudah
sama-sama capek dan akan jarang berkomunikasi. Dan jika sudah seperti itu maka
jarak anatara orang tua dan anak akan semakin renggang. Dan kekurangan lainnya
adalah jam kerja guru yang harus ditambah dan kerja ekstra apakah gajinya mampu
dipastikan sepadan dengan gaji karyawan?. Karena kerja guru harus ditambah
hingga sore dan tidak mengurusi urusan rumahnya.
Pada kesimpulannya
jika ada progam pemerintah tidak selamanya buruk, pemerintahpun pasti
memikirkan apa yang terbaik bagi masyarakatnya, dan full day school ini juga
masih dalam tahap pematangan dan masih belum diwajibkan. Jika tidak sesuai
dengan Indonesia maka sistemnya juga tidak akan berganti. Jangan terlalu
berfikir negatif dengan program pemerintah, sebentar lagi juga 2 mei
bertepepatan dengan hari pendidikan nasional semoga pendidikan di Indonesia
semakin baik kedepannya, dan para mempunyai para penerus yang luar biasa karena
generasi gurunya pun juga sangat luar biasa. Semoga artikel ini dapat menambah
pengetahuan dan semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar